Bikin Bangga, Nilai TKA Siswa Kelas 6 Sekolah Alam Nara Mulia Lampaui Rata-Rata Nasional

Kata siapa belajar harus tentang duduk di kelas? Nara Mulia punya konsep yang berbeda untuk kegiatan belajar mengajarnya. Meski demikian, ini tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak untuk bisa tetap unggul dalam memperjuangkan prestasinya.

Belajar Sesuai Fitrah


Unik. Satu kata ini lekat sekali dengan anak-anak Nara Mulia. Bayangkan saja, membawa helm di kelas saat belajar memang bukan hal lumrah. Tetapi, ternyata ini menjadi salah satu ciri khas siswa Sekolah Alam Nara Mulia. Dan pemandangan 'aneh' ini ternyata tidak menghambat proses para siswa dalam menyerap ilmu yang diajarkan oleh bu guru di sekolah.


Sebut saja, Fatih (yang menggunakan) helm ini memiliki hobi bermain bola dan gemar sekali berhitung. Al Fatih (yang paling kiri) juga punya hubungan baik dengan buku. Yap, ia senang sekali membaca buku. Sedangkan gadis paling cantik di kelas 6, Ayla punya hobi menggambar yang cukup kompleks di usianya. Ketiganya bahkan sudah diterima di sekolah favorit masing-masing untuk melanjutkan jenjang Sekolah Menengah Pertama mereka.

Menjalani Tes Kemampuan Akademik

Menjelang akhir kelulusan, siswa kelas 6 di Sekolah Alam Nara Mulia Kudus mengikuti TKA. TKA atau Tes Kemampuan Akademik ini adalah tes yang diciptakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Asesmen nasional ini dirancang sebagai sistem evaluasi dan tolok ukur kemampuan siswa secara objektif, yang kini menggantikan sistem Ujian Nasional (UN) terdahulu.

Alhamdulillah Sekolah Alam Nara Mulia mendapatkan kesempatan perdana mengikuti TKA ini, nilai rerata yang dicapai oleh murid Sekolah Alam Nara Mulia terbilang memuaskan. Tidak lain ini berkat kerjasama yang apik antara murid, guru dan orang tua. Di samping itu, sistem pembelajaran yang sesuai fitrah terbukti berhasil mengantar para murid sampai di titik ini. Saat mereka sudah tuntas dengan dunia bermainnya, di penghujung tahun pembelajaran mereka sudah fokus dengan persiapan berbekal ilmu yang diterimanya di tahun-tahun terdahulu dengan metode yang menyenangkan.

Belajar, memang bisa semenyenangkan itu. 

Kendati demikian, perlu dipahami bahwa TKA bukan satu-satunya parameter penentu keberhasilan namun salah satu langkah keberhasilan yang patut untuk dirayakan bersama. Perjalanan tentu masih panjang namun dengan etos ikhtiar yang serupa insyaaAllah ke depan sana pun akan bisa terlalui dengan baik.

Semangat, anak-anak!!

Post a Comment

0 Comments