Festival Berkebun: Kolaborasi Apik Sekolah Alam Nara Mulia bersama Paguyuban Wali Murid

Sekolah Alam Nara Mulia Kudus - Hari itu, semua orang datang ke sekolah. Baik murid dan siswa sekolah, semuanya hadir untuk ikut serta terlibat dalam Festival Berkebun yang diadakan oleh Paguyuban Wali Murid Sekolah Alam Nara Mulia. 

Aneh tapi nyata, murid di sekolah alam nara mulia memang tak sebanyak sekolah lain, tetapi soal kompak. kami bisa diadu. Sebelum akhirnya flyer festival berkebun digaungkan, ada diskusi panjang, perhitungan biaya yang tidak sedikit dan pertimbangan matang untuk melibatkan seluruh orang tua dan anak-anak semuanya.

Mengajak Anak Memanfaatkan Galon Bekas dan Media yang Ada Di Sekolah


Meskipun terkesan 'megah' karena kami menamai kegiatan sekolah dengan Festival Berkebun, tapi kami para wali murid sepakat bahwa kebun harus dimulai dari apa yang ada, seperti galon bekas, kayu bekas, bambu yang ada di sekolah, hingga rerumputan basah atau kering yang ada di kawasan sekolah. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak untuk aware dengan lingkungan di sekitar mereka dengan tetap menggunakan semua barang bekas yang ada sampai habis masa pakainya. Bukan hanya sekadar membuangnya tanpa peduli dengan sampah yang ditimbulkannya.

Semuanya terbagi dengan baik, tentang siapa saja yang harus membawa galon bekas, gunting, palu, paku, kayu, media tanam, gergaji, paranet, dan semua perlengkapan kebun yang tidak sedikit. Meski demikian, semuanya justru berloma untuk menjadi yang paling terlibat semua itu karena seluruh murid dan orang tua Nara Mulia mencintai sekolah, tempat dimana anak-anak mereka tidak hanya belajar, tetapi juga bertumbuh melalui setiap detik yang akan mereka lewati bersama guru di sekolah baik di ruang kelas maupun di alam bebas.

Raised Bed dan Galon Bekas Berpadu Harmonis di Halaman Sekolah Alam Nara Mulia

Semuanya terlihat sibuk. Para ibu di kelompok menyiapkan galon bekas dan, para bapak menyiapkan raised bed dan rambatan, sedangkan anak-anak sibuk dengan mencampurkan media tanam serta memindahkan bibit ke rumah baru mereka. Semuanya tampak antusias dan bergembira di festival berkebun Sekolah Alam Nara Mulia.

Tahu apa yang menyenangkan dari pemandangan ini? Tak ada satupun yang berdiam diri duduk dan tidak andil di kegiatan festival berkebun. Ini semua terjadi sebagaimana pepatah yang mengatakan tentang:

Anak-anak tidak pernah pandai mendengarkan orang tua mereka, tetapi mereka tidak pernah gagal untuk meniru mereka." 
— James Baldwin

Keterlibatan anak-anak bukan kebetulan maupun paksaan. Ia adalah bukti bahwa mereka dididik dengan baik oleh para orang tua di rumah sampai akhirnya bisa bersosialisasi bersama lingkungan sekolah dan membuat Sekolah Alam Nara Mulia menjadi hidup dan menyenangkan. Bukankah anak yang gembira saat belajar bisa mempengaruhi Bahkan bisa dibilang, festival berkebun ini adalah salah satu realisasi metode pendidikan yang menjadikan lingkungan luar ruangan sebagai ruang kelas dan sumber belajar anak-anak. Alih-alih menghapal teori di dalam ruang kelas saja, bukankah akan lebih baik jika siswa juga bisa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah untuk mengamati ekosistem, melatih motorik dan membangun karakter?

Makan Siang Setelah Bekerja Keras di Kebun Sekolah

Bukan wali murid Sekolah Alam Nara Mulia jika tidak ada kejutan di akhir acara. Acara siang itu ditutup dengan liwetan di bawah pohon rindang di pelataran sekolah. Daun pisang ditata rapi memanjang, diisi dengan nasi liwet per porsi, ditambahkan dengan urap, ayam goreng, tahu tempe goreng, sambal serta kerupuk yang siap mengisi tenaga yang habis setelah berlelah-lelah membangun kebun sekolah.

Meski gerimis sempat mampir sebentar, tetapi suasana makan siang itu terasa begitu hangat. Semuanya menyantap makanan dengan lahap. Benar-benar habis dan bersisa dan disitulah kehangatan yang tidak akan ditemukan di sekolah manapun, kecuali di Sekolah Alam Nara Mulia.

Dan sebelum pulang, ternyata para wali murid dikejutkan dengan goodie bag sayur dari Bu Disria, Kepala Sekolah Alam Nara Mulia yang telah menyiapkan sedari pagi untuk kami bawa pulang dan masak di rumah. Sungguh ternyata, sebesar itu cinta sekolah kepada anak diidk dan wali murid, sehingga cinta yang sebaliknya juga diberikan kepada sekolah tanpa syarat, tanpa tapi dan tanpa kecuali. Cinta yang hangat, yang hanya bisa ditemukan di Sekolah Alam Nara Mulia Kudus ❤️

Selamat Datang di Kebun Sekolah Alam Nara Mulia

Dan inilah hasil dari kebun yang melibatkan seluruh warga sekolah. Selamat datang di kebun kami, kebun Sekolah Alam Nara Mulia yang akan kami rawat dengan sepenuh hati ❤️ 

Salam,

Sekolah Alam Nara Mulia

Post a Comment

0 Comments