Menanam Benih, Memanen Kebahagiaan di Sekolah Alam Nara Mulia Kudus

Sekolah Alam Nara Mulia Kudus - Belum lama sejak festival berkebun di Sekolah Alam Nara Mulia dilaksanakan, libur sekolah sudah di depan mata. Dan pertanyaan yang muncul dari para orang tua dan wali murid kurang lebih sama, yakni:

"Besok siapa yang akan merawat kebun saat libur sekolah tiba?"

Tapi tak lama setelah pertanyaan itu muncul, para ibu di paguyuban wali murid sepakat untuk membuat jadwal menyiram, memupuk serta menyiangi tanaman yang ada di kebun sekolah. Menariknya, tidak ada satupun penolakan dalam diskusi yang akan 'mengganggu' waktu liburan itu. Justru sebaliknya, para murid dan orang tua antusias untuk merawat kebun sekolah secara bergantian tanpa paksaan. Sungguh aneh, bukan?


Lebih dari Sekadar Merawat Tanaman, Kebun adalah Media Pembelajaran

Mungkin yang terlihat hanya sekadar proses menyiram dan merawat tanaman. Tetapi manfaat yang didapat oleh anak-anak lebih dari itu. Mereka belajar tentang bagaimana tanaman bertumbuh. Mulai dari benih yang tumbuh menjadi bibit, lalu menjadi tanaman, hingga akhirnya ada sayur yang siap dipanen dan tanaman yang mulai berbunga sebelum akhirnya tumbuh menjadi buah yang bisa dipanen.

Di kebun Sekolah Alam Nara Mulia Kudus, ada sayur mayur, seperti pakchoy, bayam dan kangkung yang tumbuh di raised bed buatan para ayah. Ada pula tanaman terong, tomat, cabai, daun bawang dan daun mint yang tumbuh rapi di galon bekas yang ditata rapi oleh para ibu di festival berkebun sebelumnya. Pun, ada tanaman melon serta labu butternut yang mulai memunculkan bunganya.

Sebagaimana tanaman yang tidak bisa tumbuh dalam sehari. Ia butuh waktu, perhatian, dan kesabaran. Begitu pula dengan karakter anak. Ia bertumbuh melalui pengalaman-pengalaman kecil yang dilakukan berulang, bukan hanya dari nasehat yang didengar sesaat. Perlu diuji coba, diulang, dievaluasi dan akhirnya karakter anak bukan hanya soal hari ini, tetapi tentang masa depan yang sedang kita siapkan hari ini.

                    Maka, kegiatan menyiram kebun bukan sekadar menjaga tanaman agar tetap hidup selama liburan. Ia menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk berbagi waktu, berbagi cerita, membangun kebiasaan baik, serta belajar bertumbuh bersama. Karena sering kali, pelajaran terbaik memang lahir dari aktivitas yang tampak paling sederhana."

Momen Panen Perdana yang Menyenangkan

Akhirnya, momen yang ditunggu pun tiba. Yap, momen panen perdana di kebun sekolah. Mungkin, ini tampak sederhana bagi mereka yang tidak pernah merasakan serunya menanam hingga menanti tanaman itu tumbuh sampai siap untuk dipanen. Tapi bagi murid sekolah Nara Mulia, anak-anak dan orang tua, kegiatan panen adalah kegiatan seru yang sudah sepatutnya dirayakan dengan hati yang gembira.

Hari itu, pakchoy, kangkung dan cabai akhirnya bisa dipanen dan dibawa pulang untuk kemudian dimasak di rumah masing-masing. Dan dari sini seharusnya kita semua belajar bahwa sekolah yang memiliki kebun tidak serta merta hebat. Yang lebih hebat dari sekadar menggagas dan mewujudkan kebun adalah tentang dedikasi dan komitmen untuk turut serta terlibat merawat kebun sampai akhirnya kebun tumbuh dengan subur dan hasilnya bermanfaat untuk seluruh warga sekolah.

Dokumentasi Panen di Sekolah Alam Nara Mulia

Salam dari kami,

Paguyuban Wali Murid Nara Mulia

Post a Comment

0 Comments